Alasan Mengapa Anda Tidak Mau Berpose Seksi di Friendster

Saya ingat beberapa waktu dulu ketika saya masih duduk di bangku SMA, beberapa teman nongkrong saya dengan hebohnya bilang kalau foto Friendster kembang sekolah kami, si Susi (bukan nama sebenarnya) yang baru kelihatannya tali BH-nya. Wah!

Beberapa waktu kemudian, setelah si Susi tahu bahwa foto tali BHnya sudah dilihat anak-anak satu sekolah, dia menghapus fotonya dari halaman Friendsternya.

Mungkin dengan maksud untuk menarik lawan jenis atau hanya ingin meninggalkan kesan bahwa dia cantik atau sexually attractive terhadap para pengunjungnya, banyak para pengguna social networking website, seperti Friendster, menaruh foto-foto sensual mereka. Awalnya, banyak dari kita berpikir bahwa hanya teman-teman kita saja yang bisa melihat, atau mereka juga berpikir bahwa foto-foto mereka nggak akan lepas dari halaman Friendster mereka. Dua asumsi itu adalah sebuah kesalahan besar.

Banyak dari kita lupa bahwa hampir semua orang bisa mengakses halaman foto-foto di Friendster mereka, kecuali mereka yang me-set profile access mereka menjadi private. Namun penggunaan fungsi private ini masih cukup jarang. Yang lebih gila lagi, adalah mereka yang benar-benar hobi menambahkan orang-orang asing kedalam friend list mereka, padahal jelas-jelas nggak kenal sama sekali. Mungkin bagi mereka Friendster adalah ajang siapa yang paling popular di dalam jagad maya, dan senang membanggakan berapa banyak teman mereka di Friendster, padahal yang kenal cuma seperempatnya.

Dengan ‘keterbukaan’nya profile Friendster mereka, mereka bisa dengan mudah masuk kedalam galeri foto mereka di Friendster. Buat kebanyakan dari kita, ini adalah sebuah pencapaian atau achievements kalau banyak orang yang mengakses halaman Friendster kita, dan melihat foto-foto kita. Wow! I must be popular! OK, jangan lupa bahwa browser kita punya sebuah fungsi yang bernama save as…

Bila foto Anda cukup menarik dan gemar menampilkan foto-foto yang sexually attractive, mereka dengan senang akan menyimpan gambar-gambar Anda di dalam harddisknya. Bayangkan foto Anda berada didalam harddisk orang asing! Tapi ini belum apa-apa.

Langkah berikutnya bagi orang-orang yang menyimpan gambar adalah, memberi tahu kawan-kawannya bahwa dia telah menemukan gambar sensual Anda dari internet, dan lagi, makin banyak orang yang masuk ke dalam halaman Friendster anda, dan (mungkin) menyimpan foto-fota anda. Yang lebih canggih lagi akan menaruh foto-foto anda beserta link ke halaman Friendster Anda di dalam sebuah forum online. Dan percayalah, ada sebuah forum online yang khusus menaruh foto-foto para wanita yang bergaya sensual, dan menggunakannya sebagai fantasi seksual. Now imagine that people on the internet masturbate thinking about you.

Beruntung bagi si Susi, bahwa se-‘buas-buas’-nya kami, kami masih terpelajar dan tahu adat.

Pertanyaannya? Saya sudah tahu resiko-resiko diatas, tapi saya masih tetap ingin menggunakan Friendster karena itu cara termudah untuk menghubungi teman-teman saya, jadi bagaimana?

Paling mudah adalah set profile access Anda ke private atau paling tidak ke second-degree, bila Anda paranoid kalau-kalau teman-teman Anda cukup bodoh untuk nge-add orang asing hanya untuk nambah-nambahin friends list mereka, set ke private.

Yang paling penting lagi adalah hanya tambahkan orang-orang yang Anda kenal di dalam dunia nyata ke dalam friends list Anda. Dengan ini, Anda memberikan beban moral kepada orang-orang di dalam Friendster Anda, apabila mereka hendak bertindak yang ‘aneh-aneh’ dengan foto-foto anda, karena paling tidak mereka kenal Anda dan sudah bertemu dengan Anda. Kecuali orang itu memang pervert.

Paling tidak 2 cara diatas sudah bisa meminimalisir penyalahgunaan foto-foto Friendster Anda.

Intinya, semua kembali kepada Anda, apakah pose-pose seksi Anda worthed untuk dipasang di Friendster Anda dengan segala resikonya?

Iklan

21 tanggapan untuk “Alasan Mengapa Anda Tidak Mau Berpose Seksi di Friendster

  1. Saya memberikan foto telanjang saya dengan gratis… loh kok nggak ada yang mau yaaa? Apalagi nge-klik untuk memperbesar gambar.. kok pada jijik yaa?

    Whuahahaha

    hihihi mungkin muka anda kurang mirip tomcruise, ato badan kurang mirip bradpitt heheh j/k j/k πŸ˜€

  2. foto sensi di wp? oooh jadi tak di dunia nyat aaja toh yang pengen mengikuti saran rene descartes: jika anda sensual maka anda benar2 ada… heheheh

    saya berpikir maka saya ada kaliii hehe

  3. betul mas asli kata2nya : “saya berpikir maka saya ada”
    lalu menginspirasi, dan jadilah “saya sensual maka saya diakui” nah bener gak tuh. filsafat kadang ajarannya menembusi setiap ruang aksi manusia… tanpa sadar kitapun terinspirasi oleh fenomenologi atau dari ungkapan desc tadi kita nulis maka kita ada… halah ra ngerti lah…

  4. aku mau nanya gmn sich cara nya ngedit profil FS kita biar jadi privat profil??
    ribet gak sich caranya?

    Halo :), caranya gampang banget kok. Begitu kamu selesai login ke friendster, kamu akan sampai dihalaman home kamu, nah disitu lihat ke pojok kanan atas halaman home kamu dan klik tulisan Settings. Kamu akan dibawa ke halaman konfigurasi friendster kamu, dan disitu ada bagian privacy settings, klik pilihan “Who can view my full profile” dan ubah menjadi “My friends”. Dengan begitu hanya teman-teman kamu yang ada di friendlist kamu saja yang bisa melihat halaman friendster anda secara lengkap. Selain itu banyak juga fungsi2 aturan privasi yang mungkin berguna di halaman itu bagi kamu, kamu bisa mencoba2nya sendiri :D.

  5. Saya memang merasa gundah dengan orang-orang yang menyimpan foto-foto sensual Friendster saya ke dalam harddisk mereka.

    Ternyata memang kurang baik ya? Berkat tulisan ini, saya tersadar.

    πŸ˜†

  6. Hmm, jadi inget avatar Joesatch yang cewek lagi ngerokok. Ternyata teman saya ada yang kenal sama orangnya. xixixixi

  7. Salam kenal
    *jabatan tangan sambil ngasih kartu nama*
    Back to post:
    Lah, monyet aja yang tiap hari telanjang ga pernah malu.
    Mungkin manusia juga pingin ikut-ikutan kalee… πŸ˜›

  8. @roufdiqta: caranya mudah, klik Settings di bagian atas kanan page. Lalu anda akan langsung dibawa ke configuration page dmana anda bisa mengubah privacy settings. Disitu anda bisa memperluas siapa2 saja yang bisa melihat informasi di page anda. Saran saya? Make it as strict as possible alias diperketat orang2 yang bisa mengakses page anda, kalau bisa memang temen2 yg anda kenal :).

    re2:) : hmmm sangat disayangkan kalau foto tersebut sudah di grab atau dicopy org lain, hanya orang itu yg bisa mendelete foto tersebut 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s