spinning.

Ocehan seorang anak yang hidup ditengah-tengah sebuah kulturtekno

Kuburan (maya)

with one comment

MySpace salah satu korban penembakan Virginia

Halaman MySpace Ross Abdallah Alameddine

Beberapa hari yang lalu Amerika Serikat digegerkan (lagi) oleh sebuah insiden tembak-menembak di kawasan pendidikan, yang kali ini terjadi di Virginia Tech, Virginia. Seperti yang diberitakan di beberapa harian, insiden ini memakan korban jiwa sebanyak 32 orang plus si penembak sendiri, Cho Seung-hui. Diantara 32 orang terdapat Partahi Lumbantoruan, seorang Indonesia yang sedang menyelesaikan program doktoratnya. Tak ayal lagi ini adalah insiden penembakan terbesar di Amerika Serikat.

Beberapa hari yang lalu saya sedang browsing-browsing membaca berita-berita tentang Virginia Shooting ini, dan saya menemukan webpage ini. Walaupun tidak banyak yang diketahui tentang si penembak, Cho, tapi kita bisa melihat sedikit dari kehidupan pribadi dari para korban di halaman MySpace mereka.

Rasanya aneh, ketika melihat halaman MySpace orang-orang yang sudah meninggal, beberapa dari mereka padahal masih ngepost2 komen di halamannya. Dan BAM! Hari naas itupun tiba, dan tak seorangpun menyangka bahwa mereka akan mati begitu cepatnya. Banyak teman-teman dari para korban masih menaruh komen di halaman MySpace para korban, dari pesan yang berisikan “You’ll always be missed“, sampai yang miris “I regret that I didn’t tell you how much I love you.“. Dan di halaman itu juga kita bisa melihat foto-foto mereka ketika mereka masih hidup, blogpost mereka, musik dan film favorit mereka, dan informasi-informasi personal mereka lainnya. Secara tidak langsung kita langsung bisa mengenal seperti apa orang ini ketika mereka masih hidup, dan kita bisa merasakan kesedihan para teman-teman dan keluarga mereka walaupun mereka berada di belahan bumi lainnya.

Mengutip dari Marilyn Manson dalam sebuah lagunya dia berkata, “The death of one is a tragedy, the death of millions is just a statistic”. Matinya seorang adalah sebuah tragedi, sedangkan matinya sejuta orang hanyalah sebuah statistik. Kalimat itu ada benarnya juga, biasanya ketika publik dihadapkan dengan kematian seseorang dalam sebuah insiden, biasanya media langsung membuat sebuah profil untuk orang itu. Kalau yang mati banyak? Boro-boro, palingan hanya angka total korban jiwa saja yang terpampang di headline. Dan kita, jarang sekali merasa sedih karenanya, mungkin gara-gara sudah biasa kalo negara kita langganan musibah atau karena kita tidak kenal dengan para korban tersebut.

Keberadaan MySpace para korban penembakan di Virginia bisa dianggap sebagai sebuah kuburan yang jauh lebih interaktif dari kuburan biasa di alam nyata. Di MySpace kita bisa diingatkan lagi seperti apa korban ketika masih hidup, tidak seperti seonggok batu nisan saja yang terpampang nama kita, kapan kita lahir dan mati. Orang-orang bisa mengingat kita tidak sekedar nama dari masa lalu, akan tetapi sebagai pribadi.

Written by chromeragnarok

April 22, 2007 pada 7:55 pm

Ditulis dalam Social Networking, Writings

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Tulisannya bikin merenung😀
    Btw, soal quote Manson itu, dia nyontek dari Stalin, lho😛

    Iya saya juga baru tau itu originally said by Stalin🙂 anyway terimakasih atas commentnya..

    Mr. Geddoe

    Mei 13, 2007 at 3:37 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: