spinning.

Ocehan seorang anak yang hidup ditengah-tengah sebuah kulturtekno

We Are Watching You (indulging your porn)!

with one comment

bigbroiswatching

Ketika saya mau ngomongin tentang kontroversi UU ITE, saya merasa basi. Basi baru mau nulis blog lagi dan topik UU ITE sudah keburu banyak dibahas orang. UU kontroversial ini udah banyak menyulut perdebatan di banyak forum online berbahasa Indonesia, ada yang setuju, dan lebih banyak lagi yang menjadi pihak oposisi. Dan saya lebih suka ditempatkan dikerumunan oposisi untuk permasalahan ini.

Okay, mungkin saya bisa membenarkan alasan didirikannya UU ITE ini, untuk mengurangi pornografi. Akan tetapi saya merasa prosesnya sangat terburu-buru dan lebih terdorong karena acara-acara gosip yang menghebohkan waktu foto (hasil manipulasi Photoshop) bugil salah satu aktris ibukota tersebar di internet.

Karena mungkin hype-nya sedang besar waktu itu, akhirnya pemerintah melahirkan sebuah UU yang melarang segala bentuk pornografi diseluruh jagat maya Indonesia, padahal batasan negara di dalam internet itu tidak pernah jelas. Apakah website itu termasuk didalam daerah yuridiksi Indonesia apabila website itu menggunakan bahasa Indonesia, akan tetapi dihost di server luar negeri? Contoh paling gampang adalah WordPress ini, atau juga forum Kaskus.Us. Sekali lagi batasannya masih sangat-sangat tidak jelas, dan hal ini pula yang menjadi bahan perdebatan di banyak forum online.

Selain itu metode yang digunakan belum terbukti ampuh. Metode DNS blocking yang konon segera akan dimasukkan ke dalam server-server DNS Indonesia, masih bisa digocek dengan menggunakan proxy-proxy yang berhamparan luas di internet. Ada juga proposal untuk menggunakan metode yang mengada-ada. Teknologi image recognition di dunia masih dalam tahap sangat-sangat awal. Untuk identifikasi gambar, mesin pencari Google saja masih menggunakan tenaga manusia, nah ini ada yang gembar-gembor bisa mengidentifikasi gambar bokep (porno – red.) dan menggantinya menjadi tidak porno! Seriously, this one deserves a big LOL.

Poin terakhir yang ingin saya kemukakan (walaupun masih banyak alasan untuk menolak UU ini, terutama untuk kalangan IT Professional) adalah proyek ini makan biaya. Konon katanya proyek ini makan dana yang sangat-sangat besar. Selain itu, mengutip detikinet, Onno W. Purbo pun beranggapan bahwa UU ITE ini berkemungkinan menjadi lahan korupsi. Padahal uang ini bisa dialokasikan untuk membangun sekolah-sekolah dan meningkatkan tingkat pendidikan bangsa Indonesia. Saya rasa ketika tingkat pendidikan sudah berkecukupan, masyarakat Indonesia bisa menela’ah dampak-dampak pornografi dan bisa memilah-milah konten internet mana yang mau dilihat atau tidak, tanpa pemerintah melarang secara paksa. Hey, don’t give a poor man a fish, but teach him how to fish.

Written by chromeragnarok

Maret 31, 2008 pada 8:18 pm

Ditulis dalam Privacy, Ramblings

Tagged with , ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. setuju setuju!

    aRdho

    April 1, 2008 at 1:56 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: