A Wrap-Up

Ternyata oh ternyata, saya tidak bisa memenuhi janji saya untuk menulis sebuah post baru. Dan itu tentu saja membuat saya menjadi seorang pembohong. Oh well.
Untuk memberi pengisi ditengah kekosongan blog spinning ini, saya akan memberi ringkasan tentang apa saja yang telah membuat saya sibuk belakangan ini.
- Well, yeah I actually I did write something for a post, tapi masih menjadi draft, setengah matang. Waktu itu saya ada ide menulis sesuatu tentang Facebook, tapi entah kenapa penyelesaiannya diundur-undur terus, sampai terjadi point selanjutnya.
- Minggu tugas yang begitu dahsyat. Tiga buah major assignments untuk satu minggu, yang menghasilkan saya untuk melek selama 70 jam non-stop. Gokil.
- Persiapan untuk semester exam. Begitu banyak yang harus di pelajari dalam kurun waktu satu minggu. Saya harus mengkompres materi satu semester dalam satu minggu.
- Saya sedang melakukan final year project bersama British Telecommunication atawa telkomnya Inggris. The project scope is fucking enormous.
- Pointt selanjutnya is not exactly bad news.
- Firefox 3.1 beta 1 sudah keluar. Dilengkapi dengan Javascript engine terbaru, SunSpider, membuat browser ini secepat Google Chrome. Sayangnya, seperti semua versi beta Firefox, banyak addons yang tidak jalan dan hampir membuat FF 3.1 sama dengan Chrome, addon-less. But hey, it’s still worth checking out.
Will Be Updating Real Soon

Okay, I’ve gotten a new laptop, and my blogging mood is kinda rising. Do expect a new post from me anytime soon
. In the mean time, please do check out the new trailer for the upcoming Watchmen movie. Oh and I do thank you guys for still reading this rarely updated blog and even put some comments. Terima kasih banyak
.
Be seeing you guys real soon.
This Is How We Should Have Done

Internet filtering ternyata bukan saja menjadi topik panas di Indonesia. Dikutip dari Ars Technica, bahwa Eropa tengah merumuskan sebuah metode filtering yang dianggap ‘terbaik’. Metode filtering ini diharapkan bisa menyeimbangkan permasalahan isi internet seperti pornografi, kekerasan, dan rasisme tanpa harus mengorbankan kebebasan berekspresi.
Yang paling menarik disimak adalah diharapkan bahwa penggunaan filter ini adalah SUKARELA ditempat-tempat pribadi, seperti yang dikutip dibawah ini:
Although generally supporting “voluntary and responsible use of Internet filters,” the Council agreed that filters could legitimately be deployed in public places such as schools or libraries, but that strict limits should be placed on such filtering to prevent it from becoming overbroad.
Selain itu mereka juga menentang penggunaan filter internet ini secara nasional, artinya, pemerintah dilarang ikut campur dalam pembuatan filter ini kecuali konten tersebut memang benar-benar jelas ilegal dan sudah disetujui lembaga yang benar-benar kompeten.
The state should not get involved in any sort of national filtering unless it “concerns specific and clearly identifiable content” that has been declared illegal by a “competent national authority” and that also satisfies the conditions put in place by the European Convention on Human Rights.
Artikel penuhnya bisa dibaca dari link yang tersedia di akhir artikel. Oh btw, I’m sorry about the caps and the bolds, they were unintended. Really.
[Via Ars Technica]
Virtual Crayon Has Never Been This Fun!
Yeah I know it’s the 1st of April, dan biasanya orang bakal ngepost sesuatu dengan April’s Fool, mungkin seharusnya saya menulis tentang April’s Fool pranks, tapi sayang sekali pembaca budiman, saya tidak nafsu menulis yang begituan.But hey hey, I’ve got something good for you to show. Baca entri selengkapnya »
Pertahankan Hak Anda Untuk Menjadi… Emo?

Saya tidak pernah menyangka bahwa subkultur musik bakal menjadi sebuah masalah nasional sebuah negara. Dilaporkan di Tijuana, Meksiko polisi-polisi tengah disibukkan melindungi anak-anak emo disana. Konon, anak-anak emo Meksiko sering menjadi dipukuli ‘golongan’ subkultur musik lainnya, yaitu seperti anak punk dan metalheads (anak metal). Namun tentu saja anak-anak emo tersebut tidak tinggal diam, mereka baru-baru ini mengadakan demonstrasi anti-kekerasan dan hari Rabu minggu lalu bertemu dengan pihak kepolisian setempat. Seorang jurnalis disana mengatakan:
“They’re organizing to defend their right to be emo,” wrote Daniel Hernandez of LA Weekly on his personal blog, which has provided stellar coverage of the whole affair.
Hmm, mungkin ngga ya di Indonesia ada kerusuhan yang dipicu antara anak metal vs anak dugem? Keroncong vs dangdut? Electro vs Nurave? Anyone?
[[Via Daily Swarm]Via Wired]
We Are Watching You (indulging your porn)!

Ketika saya mau ngomongin tentang kontroversi UU ITE, saya merasa basi. Basi baru mau nulis blog lagi dan topik UU ITE sudah keburu banyak dibahas orang. UU kontroversial ini udah banyak menyulut perdebatan di banyak forum online berbahasa Indonesia, ada yang setuju, dan lebih banyak lagi yang menjadi pihak oposisi. Dan saya lebih suka ditempatkan dikerumunan oposisi untuk permasalahan ini. Baca entri selengkapnya »


